Samsung Medison meluncurkan HERA Z10, ultrasound kebidanan-ginekologi premium berbasis AI, pada kongres ISUOG di London, awal September 2026. Model baru ini menambah jajaran HERA Z Series bersama HERA Z20 dan ditujukan memperluas diagnostik kesehatan wanita hingga neonatus.
Tren kebidanan kini menuntut lebih dari visualisasi janin: fasilitas kesehatan membutuhkan penilaian risiko ibu–janin yang presisi dan dukungan keputusan konsisten. Karena itu, otomatisasi AI dan efisiensi alur kerja menjadi faktor pembeda selain mutu gambar.
HERA Z10 mewarisi alur kerja klinis berbasis AI dari HERA Z20 dan menggunakan beamforming untuk citra beresolusi tinggi. Lini ini dirancang agar institusi memilih sistem sesuai kebutuhan. Fungsinya mencakup pengukuran otomatis pada pemeriksaan ibu–janin serta probe khusus neonatus, menyatukan alur dari pralahir hingga penilaian bayi baru lahir.
Data penelitian bersama yang dipaparkan perusahaan menunjukkan Live ViewAssist™ dapat memangkas durasi pemeriksaan detail trimester kedua hingga 52%, sementara EzStructure™ menurunkan manipulasi manual sampai 71%. Studi ini melibatkan Giuseppe Rizzo dan Daniele Di Mascio dari Sapienza University of Rome.
Untuk kasus berisiko tinggi, MV-Flow 3D memvisualisasikan aliran darah mikro berdefinisi tinggi guna menilai plasenta akreta dan kelainan vaskular uterus maupun tali pusat. Di ranah ginekologi, FibroidVue mengidentifikasi otomatis uterus, endometrium, dan mioma lalu mengukur dimensinya untuk menyajikan informasi anatomi yang lebih jelas.
Pada ajang yang sama, Samsung Medison menggelar pameran citra AI bertajuk ART OF ULTRASOUND dan mendemonstrasikan solusi yang memungkinkan rekam pertumbuhan janin ditinjau melalui Galaxy Tab, mengaitkan data diagnostik dengan pemantauan kehamilan.
Menurut Kim Ji-hyun, kepala tim Customer Experience (CX), HERA Z10 ditujukan memperluas nilai klinis HERA Z Series ke beragam lingkungan layanan melalui kombinasi pencitraan premium dan alur kerja AI. Peluncuran ini menegaskan pergeseran kompetisi ultrasound dari mutu gambar menuju otomatisasi dan produktivitas klinis.



