15 Wisatawan Disengat Tawon di Songdo, Busan Saat Naik Kereta Gantung

케이블카 타러 갔다 말벌 떼 ‘날벼락…부산 송도서 관광객 15명 쏘여.jpg

Sebanyak 15 wisatawan tersengat tawon saat hendak menaiki Songdo Sea Cable Car di Distrik Seo-gu, Busan, Korea Selatan, pada 18 Agustus 2026 sekitar pukul 11.58 waktu setempat. Serangan terjadi di pintu masuk bangunan stasiun dan area sekitar Amnam Park. Dua balita, tiga anak, serta sepuluh orang dewasa menjadi korban; 12 orang dilarikan ke rumah sakit, sementara tiga lainnya—terdiri dari satu anak dan dua dewasa—mendapat pertolongan pertama di lokasi. Sebagian besar mengalami luka ringan.

Songdo Sea Cable Car adalah kereta gantung yang melintasi laut, menghubungkan Pantai Songdo dan Amnam Park—ikon wisata yang ramai pada musim panas. Kereta gantung merupakan moda wisata berbasis gondola yang bergerak di atas kabel, memungkinkan pengunjung melintasi bentang alam dari ketinggian. Busan sendiri dikenal sebagai kota pelabuhan terbesar kedua di Korea Selatan dan tujuan populer bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Panggilan darurat yang masuk ke nomor 119 melaporkan wisatawan diserang tawon di sekitar stasiun dan taman. Saat petugas tiba, sejumlah besar tawon telah beterbangan dan menyengat pengunjung yang mengantre. Kondisi di area kejadian sempat padat sehingga evakuasi dan penanganan dilakukan bersamaan dengan pembatasan pergerakan orang.

Menurut pendataan awal, mayoritas korban adalah turis asing: lima warga Taiwan, lima warga China, dan satu warga Thailand. Angka tersebut dapat bervariasi karena situasi di lokasi sempat kacau dan korban tersebar ke beberapa fasilitas kesehatan, sehingga terjadi perbedaan dalam pendataan awal.

Markas Besar Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Busan mengerahkan sekitar 40 personel dan 12 unit peralatan. Tim memberi pertolongan pertama, menutup sementara akses di sekitar titik risiko, dan meminta pihak pengelola melakukan siaran peringatan agar pengunjung menjauhi area berbahaya hingga situasi dinyatakan aman.

Dalam penyisiran, petugas menemukan sarang tawon berdiameter sekitar 40 sentimeter pada sebuah pohon di hamparan taman dekat stasiun. Serangga yang terlihat di lokasi diduga tawon ekor hitam (Vespa velutina). Sarang dimusnahkan dengan pembakaran, kemudian dilanjutkan pengendalian terhadap tawon yang tersisa untuk mencegah serangan ulang.

Otoritas setempat menyatakan penyebab yang memicu agresivitas tawon belum dapat dipastikan. Setelah pemusnahan sarang, area sekitar kembali diperiksa untuk memastikan tidak ada sumber bahaya tambahan, sembari dilakukan pendataan lanjutan atas korban dan penelusuran kronologi kejadian secara rinci.

Insiden ini tidak terkait gangguan teknis fasilitas wisata, melainkan kondisi alam di sekitar area publik. Keberadaan sarang berukuran besar di lokasi dengan kepadatan pengunjung tinggi dapat memperbesar risiko dalam waktu singkat. Karena itu, selain pemeriksaan rutin terhadap fasilitas, perluasan inspeksi pada pepohonan, semak, dan hamparan tanaman di jalur wisata pada musim puncak patut menjadi perhatian.

Bagi pelaku industri wisata dan pelancong di kawasan Asia, termasuk Asia Tenggara, peristiwa di Busan menjadi pengingat pentingnya manajemen keselamatan di ruang terbuka yang beririsan dengan habitat satwa liar. Respons cepat petugas membantu membatasi dampak, sementara otoritas setempat melanjutkan investigasi atas kemunculan kawanan tawon dan memutakhirkan data korban.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *